Ciri lowongan kerja palsu dan cara mengeceknya sebelum melamar
Diperbarui 17 Oktober 2026
Jawaban singkat: lowongan yang meminta bayaran, tidak mencantumkan identitas pemberi kerja, atau menjanjikan gaji yang tidak masuk akal hampir pasti palsu. Periksa nama usaha, alamat, dan kontaknya sebelum mengirim data pribadi.
Ciri-ciri yang paling sering ditemukan
- Meminta uang. Biaya administrasi, uang pelatihan, seragam, atau deposit. Pemberi kerja yang sah tidak memungut bayaran dari pelamar.
- Gaji terlalu tinggi untuk pekerjaan yang terlalu mudah. Misalnya gaji besar hanya untuk mengetik atau menekan tombol.
- Tidak ada nama usaha atau alamat. Hanya nomor WhatsApp atau akun Telegram.
- Proses terlalu cepat. Langsung diterima tanpa wawancara atau tanpa melihat CV.
- Meminta data sensitif di awal. Foto KTP, nomor rekening, atau kode OTP sebelum ada kesepakatan kerja.
- Wawancara di tempat tidak wajar. Kamar hotel, rumah pribadi yang sepi, atau hanya lewat pesan singkat.
- Tugas like, subscribe, atau memberi ulasan berbayar. Sering dipakai sebagai umpan sebelum korban diminta menyetor.
Cara mengeceknya
- Cari nama usahanya di peta dan mesin pencari. Usaha yang nyata biasanya punya alamat, ulasan, atau akun media sosial yang aktif sejak lama.
- Hubungi lewat nomor atau email yang tercantum, dan tanyakan alamat kantor.
- Tanyakan lowongan itu ke orang yang bekerja atau tinggal di sekitar lokasinya.
- Bandingkan dengan lowongan serupa di halaman lowongan, yang semuanya ditinjau sebelum tayang.
Bila terlanjur memberikan data atau uang
- Hentikan transfer berikutnya.
- Simpan bukti percakapan, nomor, dan transfer.
- Hubungi bank atau e-wallet untuk meminta pemblokiran rekening penerima.
- Ganti kata sandi akun yang datanya sudah terlanjur dibagikan.
- Laporkan ke layanan aduan penipuan daring pemerintah dan ke kepolisian.
Menemukan lowongan mencurigakan di Peluang Uang? Gunakan tombol laporkan di halaman lowongannya atau tulis ke filodev0606@gmail.com.
Siap mencoba?
Masuk dengan Google dan lihat tugas yang cocok untukmu.